Rabu, 26 Desember 2012

Penyakit HIV/AIDS

5 fakta mengenai HIV/AIDS 

Penderitan usia remaja dan produktif cukup banyak. Ini mengkhawatirkan sebagian bersar remaja menganggap HIV sebagai penyakit yang tak berbahaya, lebih parah lagi banyak sekali pemahaman salah terkait HIV/AIDS . mari kita lihat beberap fakta mengenai penyakit terbut. 

penderita HIV
penderita HIV

1. HIV tidak pandang bulu 
Sejak epidemic HIV dimulai 20 tahun yang lalu, stereotype yang beredar di masyrakattentang penderita HIV yaitu para gay, pemakai narkoba dan para pekerja seks komersial lah yang mendapat label tersebut, faktanya, semua orang bisa terkena HIV dari usia muda, tua, kaya , miskin, wanita, pria, maupun anak anak dari berbagai profesi. 

2. Seks oral tak seaman yang dipikir 
Orel seks sering kali dianggap sebagai cara ‘aman’ melakukan hubungan seksual. Faktanya berdasarkan penelitian, cairan tubuh yang terinfeksi seperti semen dan rekreasi vagina yang mengandung konsentrasi virus HIV tinggi bisa memasuki aliran darah melalui membran mukosa mulut. 

3. Jangan Cuma khawatir hamil 
Banyak remaja percaya, satu satunya resiko hubungan seks tanpa proteksi adalah kehamilan. Karena itu dipakai lah pil KB. Oral seks dan ejakulasi di luar demi mencegah kehamilan, padahal banyak hal yang harus di khawatirkan selain kehamilan, yakni adanya penyakit. 

4. Kadang irang tidak mengatakan sesungguhnya dan kita tidak tahu kenyataannya 
Coba anda piker sejenak kalimat di atas. Berapa banyak orang yang mengakui bahwa mereka menderita HIV, jika ditanya oleh pasangan barunya? Berapa banyak orang yang mengakui kehidap seksual ketika mereka baru mengenal seseorang? Berapa banyak orang yang bernar benar mengetahui status HIV mereka dan status kesehatan orang orang yang bersama meraka sebelumnya? Sebuah pertanyaan “partner saya tidak mengedap HIV “ hanya bisa diterima jika disertai dengan bukti nyata tes HIV negative. Ternyata dengan jelas status HIV mereka dan mintalah mereka melakukan tes sebagai bukti. 

5. Belum ada obat untuk si pembunuh 
Meski orang dengan HIV/AIDS bisa hidup lebih lama berkat obat antiretroviral, obat ini tidak menyembuhkan. Kalaupun obat ini melindungi dari infeksi opportunistic inibukanlah jalan pintas dari infeksi HIV. Obat ini bahkan menyebabkan efek samping seperti diare, kelelahan, berlebihan, kemaraha, mual dan muntah. 

Jadi pikirkanlah dahulu sebelum berbut terlalu jauh dan membuat merusak masa depan anda, karna HIV merupakan “silent killer “ si pembunuh besar yang jelas akan membuat anda menyesal di masa depan. 


Oleh Dr.intan Airlina Febiliawanti.

1 komentar:

  1. mohon komentarnya, kritik, saran. mohon maaf bila saya tidak dapat langsung membalas komentar anda karna saya sendiri mengelola blog ini. semoga blog ini bisa bermanfaat bagi pengunjung semua. thanks..

    BalasHapus